Bulan Madu di Pulau Kanawa

Labuan Bajo – Kanawa, nama pulau itu. Letaknya masih berada dalam wilayah Laut Flores, Nusa Tenggara Timur. Kira-kira hanya satu jam pelayaran dari Pelabuhan Pelni di Labuan Bajo. Itu pun menggunakan kapal kecil dengan motor berkecepatan rendah.

Dalam peta pariwisata Indonesia, Pulau Kanawa tidak terkenal seperti lokasi wisata lain. Tapi di buku wisata mancanegara, seperti Lonely Planet, tanah ini begitu direkomendasikan. Sebab ada sebuah resort di sana. Kanawa Island Diving namanya.

Berdasarkan review dari Lonely Planet, saya memutuskan bertandang ke Pulau Kanawa, Senin, 1 Oktober 2012. Waktu itu saya tidak berjalan sendiri. Melainkan bersama teman seperjalanan, Famega Syavira serta Vennie Melyani. Dengan bantuan petugas agen pariwisata dari Mega Tour Komodo, Vincent, kami mendapatkan satu tempat menginap di Pulau Kanawa untuk semalam.

Continue reading

Beragam Wisata di Sawarna

Pernah dengar Sawarna? Sawarna adalah sebuah desa di bagian selatan Provinsi Banten. Tepatnya di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, sekitar 230 km dari Jakarta.

Untuk mencapai desa ini, ada dua jalur yang bisa ditempuh. Jalur pertama berawal dari Jakarta-Bogor-Pelabuhan Ratu- Sawarna. Sedangkan jalur kedua, Jakarta-Serang-Malingping-Bayah-Sawarna. Jalur yang banyak dilewati adalah jalur Pelabuhan Ratu. Karena kalau lewat jalur Serang, kita akan menemui jalan rusak yang cukup parah di antara Serang-Melingping, yakni di Pandeglang.

Sebetulnya, sebelum berangkat, saya sudah mendapat wejangan dari seorang teman untuk tidak melewati jalur Serang. Alasannya, ya…karena jalan rusak itu. Tapi karena jadwal keberangkatan bertepatan dengan long wiken, yang biasanya jalur Pelabuhan Ratu-Sukabumi macet panjang, akhirnya saya dan teman-teman memutuskan (nekat) lewat Serang.

Continue reading

Cerita Di Akhir Pekan

Datang ke semarang, tak tau jalan, lalu menggelandang..

Datang ke semarang, tak tau jalan, lalu menggelandang..

Saya di Semaraaaannngggg!!!!! Itulah kata-kata yang saya ucapkan saat menginjakan kaki di Kota Lumpia itu. Jujur, saat itu saya seneng banget. Gimana nggak, saya belum pernah main ke kota ini. Dan akhirnya, setelah 27 tahun hidup di Indonesia saya bisa mengunjunginya. 😀

Tapi kedatangan saya ke Semarang tidak bisa dikatakan mulus-mulus saja. Banyak hal yang bikin saya elus-elus dada :P. Hal pertama terjadi saat saya menuju Stasiun Gambir dari arah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kala itu jam tangan saya menunjukan pukul 17.30 WIB. Prediksi saya, jarak antara lokasi start dan finish yang tidak begitu jauh hanya akan menghabiskan waktu sekitar 45 menit. Ternyata perhitungan saya salah. Penyakit Jakarta kumat, MACET!!!

Bahkan busway yang saya tumpangi tidak berjalan dengan kecepatan seperti biasanya. Kecepatan saat itu di bawah 40 km/jam karena harus mengantri dengan busway-busway di depannya. Akhirnya waktu tempuh busway yang biasanya hanya 15 menit molor jadi 30 menit.

Dan perjuangan mencapai Gambir masih berlangsung. 😦 Setelah turun di halte Monumen Nasional, saya berharap ada abang ojek yang bisa mengantar ke stasiun. Kenapa saya memilih ojek, karena sekitaran Jalan Merdeka Barat kala itu macet total. Harapannya dengan ojek saya bisa menyusup di antara mobil. Sayangnya, jam sudah menunjukan pukul 18.30 WIB. Para tukang ojek yang biasa mangkal di pinggir halte pun sudah meninggalkan pangkalan.

Continue reading