Si Kepala Kerbau

nasib kepala seeokor kerbau setelah mati

nasib kepala seeokor kerbau setelah mati

Advertisements

Ekspedisi Aceh Selatan

Perjalanan saya kali ini menuju Kabupaten Aceh Selatan, tepatnya ke Kecamatan Trumon. Saya memulai perjalanan dari Bandara Polonia, Medan. Kenapa dari sana ? Karena sehari sebelumnya saya ada acara di Tanah Karo tersebut. Ada dua cara menuju Aceh selatan dari Kota Medan. Pilihan pertama melalui jalur darat. Bila memilih cara ini, kita akan sampai di Aceh Selatan setelah menempuh 10 jam perjalanan melewati bukit, lembah, dan hutan. Mesti memakan waktu banyak tapi biaya yang dikeluarkan nggak begitu besar. Paling-paling hanya untuk uang bensin saja ๐Ÿ˜€

Nah, ada pilihan transportasi lain yang waktu perjalanannya nggak lama, yakni menggunakan jalur udara. Dari Bandara Polonia ke Bandara Cut Ali, Aceh Selatan, waktu yang dibutuhkan hanya 45 menit. ย Dan transportasi yang dapat digunakan adalah pesawat kecil, contohnya jenis Cessna 208B seperti yang saya tumpangi. Pesawat dari perusahaan penerbangan Susi Air ini membawa saya dan rombongan sekitar pukul 11.30 WIB.

Continue reading

Senggol Bacok

Senggol bacok…itulah yang saya rasakan sekarang. Kenapa ? Karena saya lagi PMS alias pre menstruasi syndrom. Awalnya saya sendiri nggak sadar, sampai akhirnya beberapa hari lalu, tepatnya hari Minggu saya terserang rasa uring-uringan yang enyebabkan acara jalan-jalan di Jogja sempat terusik.

Dan uring-uringan itu semakin menjadi tadi malam. (Lagi-lagi) hanya karena hal kecil, mood saya untuk bikin posting terbaru jadi lenyap. Orang-orang di sekitar saya pun jadi pelampiasan..saya cuekin (maaf yah). Bahkan pagi tadi saya bangun dengan mood yang kacau. Sangkin kacaunya sampai-sampai saya pengen nangis (sebetulnya sempet nangis sih :P).

Lalu saat menuju tempat liputan, gaya saya jalan sudah seperti tentara yang pulang dari medan perang. Bukan karena senang mau ketemu keluarga, tapi stress berat. Bawaannya pengen makan orang saja. Nggak peduli dia salah apa nggak yang penting ngomel ๐Ÿ˜€

Yah…jadi siapa pun kamu, saat berada dekat dengan saya sekarang sebaiknya WASPADALAH!!!! And watch out with ur step…salah melangkah maka akan terdengar suara…gggrrrrrrr…graok…graokkk!!

Cerita Di Akhir Pekan

Datang ke semarang, tak tau jalan, lalu menggelandang..

Datang ke semarang, tak tau jalan, lalu menggelandang..

Saya di Semaraaaannngggg!!!!! Itulah kata-kata yang saya ucapkan saat menginjakan kaki di Kota Lumpia itu. Jujur, saat itu saya seneng banget. Gimana nggak, saya belum pernah main ke kota ini. Dan akhirnya, setelah 27 tahun hidup di Indonesia saya bisa mengunjunginya. ๐Ÿ˜€

Tapi kedatangan saya ke Semarang tidak bisa dikatakan mulus-mulus saja. Banyak hal yang bikin saya elus-elus dada :P. Hal pertama terjadi saat saya menuju Stasiun Gambir dari arah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kala itu jam tangan saya menunjukan pukul 17.30 WIB. Prediksi saya, jarak antara lokasi start dan finish yang tidak begitu jauh hanya akan menghabiskan waktu sekitar 45 menit. Ternyata perhitungan saya salah. Penyakit Jakarta kumat, MACET!!!

Bahkan busway yang saya tumpangi tidak berjalan dengan kecepatan seperti biasanya. Kecepatan saat itu di bawah 40 km/jam karena harus mengantri dengan busway-busway di depannya. Akhirnya waktu tempuh busway yang biasanya hanya 15 menit molor jadi 30 menit.

Dan perjuangan mencapai Gambir masih berlangsung. ๐Ÿ˜ฆ Setelah turun di halte Monumen Nasional, saya berharap ada abang ojek yang bisa mengantar ke stasiun. Kenapa saya memilih ojek, karena sekitaran Jalan Merdeka Barat kala itu macet total. Harapannya dengan ojek saya bisa menyusup di antara mobil. Sayangnya, jam sudah menunjukan pukul 18.30 WIB. Para tukang ojek yang biasa mangkal di pinggir halte pun sudah meninggalkan pangkalan.

Continue reading

Question Of The Day

Question of the day atau dalam bahasa Jerman artinya pertanyaan hari ini. Jenis pertanyaan ini biasanya mulai muncul saat kita sudah merasakan bangku kuliah. Kira-kira saat kita telah melewati usia 20 tahun. Pertanyaan itu kecenderungannya nggak berdiri sendiri, tapi ada pertanyaan pembuka dan diikuti pertanyaan lanjutan. Disadari atau ngga, pertanyaan-pertanyan ini menjadi momok anak zaman sekarang.

Continue reading

Saya Bukan Blogger

Saya tahu blog sejak masih muda dulu, waktu bermain di bangku kuliah. Tapi tarafnya baru tahu, belum kenal. Kalau masuk ke tahap perkenalannya malah baru tahun lalu, seiring perkenalan saya sama Famega di pabrik tempe.

Karena kenal dengan Fame itu, saya jadi sering bersentuhan dengan hal yang berbau blog. Gimana nggak, saat itu saya hidup satu ranjang dengan Fame yang notabene blogger. Kemana-mana kami selalu berdua kayak sepasang sendal jepit ๐Ÿ˜€

Di kantor, saya sering bergosip dengan dia, di luar kantor saya maen sama dia, bahkan ndoyok ke ujung Pulau Jawa pun saya bareng dia. Karena saat itu saya kehadiran “identik” dengan keberadaan Fame, maka temen kantor pun menganggap saya blogger juga. Tapi saya bukan blogger.

Continue reading

Hukum Yang Keblinger

Indonesia negara hukum. Warga negara Indonesia bebas berpendapat. Keadilan di Indonesia akan dijunjung tinggi.

Itu beberapa kalimat yang sering kita dengar sejak duduk di bangku SD. Sayangnya, kalimat itu hanya jadi sebuah slogan semata. Yah, kalau ga mau dibilang parah banget..bisa dikatakan kalimat itu hanya jadi wacana saja. Kenapa nggak ?

Kita lihat aja keadaannya sekarang. Undang-undang di Indonesia itu bisa dikategorikan lengkap. Dari Undang-undang Dasar 1945, Kitab Undang-undang Hukum Pidana, sampai undang-undang yang lex specialis seperti Undang-undang Pers pun ada. Tapi ya itu tadi…terkadang penerapan undang-undang atau kasusnya yang nggakย  sesuai.

Continue reading