Lagi-lagi satu teman pergi. Memang dia ga pergi untuk selamanya, dia masih di bumi ini kok. Tapi dia pergi dari hadapan teman-teman di pabrik tanpa penjelasan kenapa pergi dan akan kemana. Cuman email yang mengatakan dia pamit.
Kejadian seperti itu sebetulnya bukan yang pertama kali. Sekitar setahun lalu, belasan teman juga memutuskan pergi dari pabrik. Kalau diingat, itu moment yang cukup menyakitkan. Gimana nggak, mereka pergi berbondong-bondong ke tempat “rival”.
Aku sendiri sempat mempertanyakan tindakan mereka. Namun menurut seorang teman, kita ga perlu mempertanyakan alasan kenapa mereka pergi. Karena semua itu hanya soal waktu. Siapa pun pasti akan melakukan perubahan.
Ah…ya sudahlah, semua adalah pilihan. Kami yang ditinggal cuman bisa mendoakan yang terbaik untuk teman-teman di luar sana. Semoga kita bisa bertemu lagi kawan
