Saya tahu blog sejak masih muda dulu, waktu bermain di bangku kuliah. Tapi tarafnya baru tahu, belum kenal. Kalau masuk ke tahap perkenalannya malah baru tahun lalu, seiring perkenalan saya sama Famega di pabrik tempe.
Karena kenal dengan Fame itu, saya jadi sering bersentuhan dengan hal yang berbau blog. Gimana nggak, saat itu saya hidup satu ranjang dengan Fame yang notabene blogger. Kemana-mana kami selalu berdua kayak sepasang sendal jepit
Di kantor, saya sering bergosip dengan dia, di luar kantor saya maen sama dia, bahkan ndoyok ke ujung Pulau Jawa pun saya bareng dia. Karena saat itu saya kehadiran “identik” dengan keberadaan Fame, maka temen kantor pun menganggap saya blogger juga. Tapi saya bukan blogger.
Perkenalan saya ke dunia blog ga sampai hanya main dengan Fame saja. Tahun lalu saya juga ikut hadir di Pesta Blogger 2008 di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Di sana saya berkenalan dengan beberapa blogger di sana. Bahkan saya sempat ikut hadir di kopdar Cah Andong dan foto bersama mereka di sela-sela pesta itu. Tapi saya (masih) bukan blogger.
Setelah acara akbar itu, perkenalan saya dengan temen-teman blogger makin intensif. Seperti kongkow di Wetiga setelah acara “open house”-nya. Di sana moment saya pertama kali kenal dengan Tupic dan Zam. Tapi perkenalan itu ga berkesan, karena tidak banyak hal yang bisa kami perbincangkan. Lagi-lagi karena saya bukan blogger.
Perlahan saya baru bisa nyambung dengan dunia blogger setelah saya berlibur dengan Fame, Tupic, Zam, dan Suprie ke Ujung Genteng, Sukabumi. Sejak perjalanan itu, saya pun semakin intens nimbrung acara blogger. Seperti kopdar dengan Tompi di Wetiga, launching Politikana di Salihara, JK Curhat dengan Blogger di Pisa Cafe, Boediono Menjawab di Obrolan Langsat, dan kopdar lainnya. Meski ikut banyak kopdar, status saya (tetap) bukan blogger
Hingga seminggu lalu akhirnya saya memutuskan membuat blog ini. Alasannya bukan untuk mengubah status saya bukan blogger itu. Tapi saya pengen coba nulis hal di luar berita. Meski tertatih tapi cukup menyenangkan.
Nah, sekarang kalau ada orang tanya tentang “status”, saya bisa kasih jawaban yang berbeda. Eh, tapi saya sudah layak disebut blogger belum yah…lah wong, postingan masih bisa diitung pake jari..hehe

blogger kok…. (yahoo)
By: dita_disini on June 5, 2009
at 9:42 pm
ah dita…jadi malu sayah
By: cornila on June 5, 2009
at 9:48 pm
Sudah doomz! Kan dah punya blog (hassle)
By: dilla on June 5, 2009
at 9:46 pm
o gitu yah… (blush)
By: cornila on June 5, 2009
at 9:49 pm
Kalo punya blog dan udah bikin posting ya bisa dibilang blogger. Belon ada UU yang mengatur jumlah post untuk mencapai status sebagai blogger, kan?
By: Obi-Wan on June 5, 2009
at 9:53 pm
btw, kamu blom pernah tau blogger yang blogless kan ?
By: aad on June 5, 2009
at 9:57 pm
untuk menjawab pertanyaan mu ad, aku akan lihat komennya tupic
By: cornila on June 5, 2009
at 10:31 pm
Yg penting konsisten nulis.. *aku ndak konsist nulise.. Heheh..*
By: tooooooooooopics on June 5, 2009
at 10:25 pm
hehe.. blogger nyubi (newbie) namanya
By: zam on June 5, 2009
at 10:28 pm
selamat! semoga menjadi blogger yang kaffah!
*lagi-lagi aku disebut-sebut jadi malu ndak pernah posting huhuP
By: cya on June 7, 2009
at 12:57 am
blogger itu state of mind sama state of the heart
jadi belum punya blog ini pun kamu udah jadi blogger
hehehe
By: enda on June 7, 2009
at 8:52 am
duh…blog saya dikungjungi mas Enda…jadi seneng (dance)
By: cornila on June 7, 2009
at 1:20 pm
lho posting saya juga masih piyik… senasib…
By: mastongki on June 7, 2009
at 6:45 pm